Dampak Revolusi Industri 4.0

dampak revolusi industri 4.0 

Kilas Revolusi Industri 4.0

Salah satu sejarah terbesar di dunia adalah dengan adanya Revolusi Industri. Kehidupan kita saat ini tidaklah bisa lepas dari benda dan alat yang digunakan untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan setiap manusia, hal-hal tersebut adalah hasil revolusi industri. Kilas revolusi industri dimulai pada tahun 1784 dengan ditemukannya mesin uap dan alat-alat mekanisasi. Revolusi Industri yang kedua terjadi pada abad ke-19 ditemukan produksi dengan bantuan listrik. Revolusi Industri yang ketiga ditandai dengan hadirnya penggunaan teknologi komputer untuk otomasi manuktuktur pada tahun 1970. Dan saat ini Indonesia sedang dalam masa revolusi industri 4.0 ditandai melalui kecanggihan digital dan internet, misalnya Tiket.com, Traveloka, Go-Jek, Grab, Online Shop dan lain-lain. Revolusi Industri menjadi tuntutan kebutuhan zaman yang sangat diperlukan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama sehingga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi. Dengan pemanfaatan teknologi big data meliputi pendataan potensi desa wisata yang ada di Bali dan dikolaborasikan dengan beragam data terkait wisatawan dan pengunjung bisa memberikan pandangan yang sangat luas. Dampak – dampaknya sebagai berikut: 

1. Mesin Menggantikan Orang

Mesin sudah ada dan menggantikan pekerjaan manusia sejak awal revolusi industri pertama. Adanya mesin menciptakan pabrik-pabrik baru untuk menampung mesin-mesin manufaktur. Mesin akan bekerja dengan waktu dan upaya yang diawasi untuk efisiensi dalam menciptakan produk baru.

 2. Orang Banyak Tinggal di Kota

Pada pola kehidupan manusia zaman dulu, sebagian besar masyarakat akan tinggal di pedesaan dan melakukan pekerjaannya di rumah. Setelah adanya revolusi industri, masyarakat banyak memilih untuk tinggal di kota sebab barang diproduksi di pabrik menggunakan mesin secara massal. Tidak hanya pindah ke kota, beberapa bagian orang akan pindah ke daerah lain karena beberapa faktor seperti upah yang lebih tinggi dan pelayanan yang lebih baik di daerah yang baru.

3. Cara Produksi Pakaian dan Kain Berubah

Sebelum era revolusi, manusia akan membuat sebuah pakaian sendiri di rumah. Munculnya revolusi industri dan mesin, menyebabkan adanya kemudahan dalam membuat pakaian. Produk tekstil menjadi salah satu hal yang sepenuhnya diubah oleh revolusi industri. 

Mereka akan membeli bahan baku dan peralatan untuk membuat pakaian untuk kemudian diproduksi dengan menggunakan mesin jahit dan mesin lainnya. Hal ini berdampak pada jumlah produksi yang dilakukan secara massal, dengan artian produk akan lebih murah karena diproduksi dengan mudah dan banyak.

4. Sistem Ekonomi Baru Tercipta

Seperti yang telah disebutkan bahwa revolusi industri memenuhi kebutuhan perekonomian. Tidak hanya memenuhi, Revolusi Industri 4.0 menciptakan sistem ekonomi baru yang dikenal sebagai Kapitalisme Industri. 

Kapitalisme Industri adalah dimana terjadi perubahan dalam alur industri sebelum dan sesudah revolusi. Sebelum adanya revolusi, para pedagang merupakan orang-orang yang penting dalam perdagangan dan ekonomi. 

Setelah industrialisasi, orang terpenting berubah menjadi pemilik pribadi dari pabrik-pabrik yang menghasilkan laba dan kekayaan yang terbesar. Adanya revolusi dalam teknologijuga memudahkan adanya transaksi jual beli seperti dengan menggunakan aplikasi atau via daring.

5. Industrialisasi Menyebabkan Masalah Baru

Salah satu dampak negatif dari revolusi industri 4.0 adalah polusi dan limbah yang dihasilkan karena efek samping pabrik, mesin, dan bahan kimia yang digunakan dalam proses industri. Limbah ini menyebabkan banyak masalah baru karena mencemari lingkungan. Tidak hanya itu, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan hal lain yang merubah proses produksi dan transportasi ini disebabkan oleh revolusi industri.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started